Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Menganalisis Naskah Drama "Sudah Gila" Karya Chairil Anwar Sebagai Pendidikan Karakter Siswa SMP Melalui Pendekatan Objektif Mieke Angelika Siburian; Erika Cyntia Pebryanti Silitonga; Tasya Amelia Saragi; Sri Syahputri; Sani Hutabarat; Nadra Amalia
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.4462

Abstract

Sastra adalah salah satu instrumen yang paling efektif dalam mendokumentasikan dan mentransformasikan budaya serta sosial masyarakat. Karya sastra memiliki kekuatan untuk merangsang refleksi kritis, menyuarakan perubahan, dan memberikan perspektif baru terhadap realitas sosial yang ada. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan sastra dalam proses pendidikan dan pemahaman sosial masyarakat. Sastra tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk membentuk kesadaran kritis masyarakat terhadap isu-isu sosial yang ada. Drama Sudah Gila karya Chairil Anwar merupakan salah satu karya sastra yang relevan untuk dijadikan bahan ajar dalam pendidikan karakter. Chairil Anwar dikenal sebagai penyair yang memiliki gaya ekspresif dan mendalam, dengan karya-karyanya yang mencerminkan konflik batin serta pergulatan emosi yang kompleks (Sumardjo Saini, 1991). Metode yang dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif pada analisis Drama "Sudah Gila". Pada penelitian ini, tim berfokus untuk menganalisis drama " Sudah Gila" karya Chairil Anwar lewat pengajaran pendekatan objektif kepada siswa. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis drama Sudah Gila karya Chairil Anwar sebagai media pendidikan karakter bagi siswa SMP, menggunakan pendekatan objektif.
Analisis Ekolinguistik terhadap Berita BNPB mengenai Kasus Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Tahun 2025 Sani Hutabarat; Mieke Angelika Siburian; Ester Enjelysa Panggabean; Siti Azura
AR-RUMMAN: Journal of Education and Learning Evaluation Vol. 3 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/arrumman.v3i1.8524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana berita Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau tahun 2025 melalui pendekatan ekolinguistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi terhadap berita resmi BNPB. Analisis dilakukan berdasarkan dimensi ideologi, sosial, dan budaya dalam teori ekolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa dalam berita BNPB membangun ideologi penegakan hukum melalui penggunaan ekoleksikon seperti “ulah manusia”, “tersangka”, dan “efek jera”. Pada dimensi sosial, masyarakat diposisikan sebagai pihak yang perlu diawasi dan diedukasi, sedangkan pemerintah menjadi pihak yang aktif dalam penanganan karhutla. Pada dimensi budaya, ditemukan perpaduan nilai religius, budaya lokal, dan kepercayaan terhadap teknologi modern dalam penanggulangan bencana. Dengan demikian, bahasa dalam berita BNPB tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai sarana membangun cara pandang masyarakat terhadap lingkungan dan bencana ekologis.
Simbolisasi Kampung Halaman dalam Lagu Pulo Samosir Karya Nahum Situmorang: Analisis Semiotika pada Persepsi Anak Muda Gen Z Batak Toba yang Merantau: The Symbolization of Homeland in the Song Pulo Samosir by Nahum Situmorang: A Semiotic Analysis of the Perceptions of Migrant Batak Toba Generation Z Youth Puja Astrid Sirait; Mieke Angelika Siburian; Erika Cintya Pebrianti Silitonga; Tasya Amelia Saragih; Taufik Kusuma Panjaitan; Fitriani Lubis
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2678

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis simbolisasi kampung halaman dalam lagu Pulo Samosir karya Nahum Situmorang serta relevansinya bagi generasi muda Batak Toba yang merantau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka semiotika Roland Barthes yang menelaah makna denotatif, konotatif, dan mitos. Data berupa lirik lagu dianalisis melalui studi pustaka dan pembacaan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi anak muda Gen Z Batak Toba, kampung halaman dalam lagu ini bukan sekadar lokasi geografis, melainkan simbol identitas, keluarga, dan nilai budaya yang tetap melekat meskipun mereka tinggal jauh dari daerah asal. Penelitian ini juga menemukan bahwa lagu Pulo Samosir tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat nilai-nilai budaya Batak Toba, seperti pentingnya keluarga, keberhasilan hidup, dan menjaga kehormatan. Bagi generasi muda yang merantau, makna ini tetap relevan karena membantu mereka tetap merasa terhubung dengan budaya dan asal-usulnya di tengah kehidupan modern.
Nilai Budaya dan Identitas Lokal Dalam Cerita Rakyat Laowömaru pada Masyarakat Nias: Analisis Pendekatan Antropologis Tia Maharani; Dinda Ayu Dewita; Erika Cyntia P Silitonga; Mieke Angelika Siburian; Sani Hutabarat; Sri Syahputri; Tasya Amelia Saragi; Nadra Amalia
Journal of Management Education Social Sciences Information and Religion Vol. 3 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/mesir.v3i1.8178

Abstract

Cerita rakyat merupakan bagian dari tradisi lisan yang berfungsi sebagai media pewarisan nilai budaya, norma sosial, serta identitas suatu masyarakat. Salah satu cerita rakyat yang berkembang dalam masyarakat Nias adalah cerita Laowömaru yang mengandung berbagai nilai budaya dan pandangan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai budaya dan identitas lokal yang terdapat dalam cerita rakyat Laowömaru dengan menggunakan pendekatan antropologis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka dan dokumentasi. Sumber data utama berupa teks cerita rakyat Laowömaru, sedangkan data pendukung diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan folklor dan kajian antropologi budaya. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi unsur-unsur budaya yang terdapat dalam cerita, seperti konteks budaya masyarakat pesisir, nilai dan norma sosial, sistem kepercayaan, struktur sosial masyarakat, simbol-simbol budaya, serta fungsi sosial cerita rakyat dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat Laowömaru mengandung nilai-nilai budaya yang berkaitan dengan larangan penyalahgunaan kekuasaan, pentingnya solidaritas masyarakat, serta kepercayaan terhadap unsur supranatural dalam kehidupan tradisional. Cerita ini juga berfungsi sebagai media pendidikan moral, kontrol sosial, serta pelestarian identitas budaya masyarakat Nias. Dengan demikian, cerita rakyat Laowömaru dapat dipahami sebagai representasi nilai budaya dan identitas lokal yang diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat.