Publish Date
30 Nov -0001
Kesehatan mental anak usia dini menjadi isu global yang semakin kompleks akibat meningkatnya digital overstimulation, perubahan pola pengasuhan keluarga, dan lemahnya sistem pendampingan psikologis pada lembaga pendidikan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis problem kesehatan mental anak pada PAUD Islam serta mengembangkan Islamic Preventive Counseling Management System (IPCMS) sebagai model manajemen konseling preventif berbasis Islam untuk mendukung keberlanjutan kesehatan mental anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain Sequential Exploratory Design yang dilaksanakan pada lima lembaga PAUD Islam melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dokumentasi, dan pengukuran child mental well-being scale. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problem dominan kesehatan mental anak meliputi gadget dependency, emotional dysregulation, social withdrawal, dan tantrum behavior. Penelitian ini menghasilkan model IPCMS yang mengintegrasikan early mental health detection, Islamic emotional guidance, spiritual habituation, parenting collaboration, dan referral system dalam satu sistem manajemen pendidikan Islam yang dilaksanakan pada lima lembaga PAUD Islam dengan melibatkan 25 guru, 60 orang tua, dan 75 anak usia 4–6 tahun. Implementasi model IPCMS terbukti efektif meningkatkan regulasi emosi, interaksi sosial, kontrol perilaku, dan spiritual attachment anak usia dini, dengan nilai signifikansi p<0,05 dan effect size tertinggi 0,88 pada dimensi spiritual attachment. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan paradigma Preventive Islamic Mental Health Management dalam kajian Islamic Counseling dan Islamic Education Management. Secara praktis, model IPCMS memberikan implikasi penting bagi pengembangan layanan kesehatan mental berbasis pendidikan Islam yang sistematis, preventif, dan berkelanjutan pada era digital generasi Alpha.
Copyrights © 0000