Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan untuk membantu siswa menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bukittinggi. Sampel terdiri atas kelas XI IPS 1 sebagai eksperimen I (PBL), XI IPS 3 sebagai eksperimen II (Discovery Learning), dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen I sebesar 46,25 dan 63,13, eksperimen II sebesar 48,66 dan 58,71, serta kelas kontrol sebesar 49,04 dan 52,64. Uji hipotesis menunjukkan kedua model berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model PBL dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026