Arifmiboy Arifmiboy
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The IMPLICATIONS OF THE HISTORICAL BASIS OF PAI CURRICULUM DEVELOPMENT IN THE MODERN ERA: IMPLIKASI LANDASAN HISTORIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI DI ERA MODERN Sisin Warini; Firani Putri; Arifmiboy Arifmiboy
El-Rusyd Vol. 8 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIIT) Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/elrusyd.v8i1.143

Abstract

The education curriculum in Indonesia in its journey has made various developments ranging from centralization, decentralization and autonomy to education and always experiences innovation every year. Curriculum development is very important in line with advances in science, technology, arts and culture, and changes in society. In line with the development of Islamic education, especially when Islamic education is carried out in the form of formal educational institutions, the content of the Islamic education curriculum has developed. The research method uses the library study method. This development and change in the national curriculum has also resulted in a change in the Islamic education curriculum in Indonesia. The historical basis for the development of the PAI curriculum refers to various historical experiences that have influenced the developed curriculum. The details are the 1947 Curriculum, 1964 Curriculum, 1968 SD Curriculum, 1973 PPSP Curriculum, 1975 SD Curriculum, 1984 Curriculum, 1994 Curriculum, 1997 Curriculum Revision, 2004 Competency Based Curriculum (KBK), Lesson Unit Level Curriculum (KTSP) ) in 2006, Curriculum 2013 and Curriculum Merdeka.
Perbandingan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Menggunakan Model Think Pair Share dengan Model Problem Based Learning Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam Dini Sri Wahyuni; Arifmiboy Arifmiboy; Wedra Aprison; Yelfi Dewi S; Andy Riski Pratama
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua model pembelajaran Think Pair Share dan Problem Based Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di MTsN 8 Agam. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan faktorial 2x2, penelitian ini melibatkan 58 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok: 29 siswa untuk Think Pair Share dan 29 siswa untuk Problem Based Learning. Data dikumpulkan melalui tes essay dan dianalisis dengan uji t untuk menentukan perbedaan antara kedua kelompok, dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dibandingkan Think Pair Share, terutama untuk siswa dengan kemampuan awal tinggi (P = 0,048). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada siswa dengan kemampuan awal rendah (P = 0,91). Secara keseluruhan, siswa dalam kelompok Problem Based Learning memiliki skor rata-rata keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi (56,38) dibandingkan dengan siswa dalam kelompok Think Pair Share (45,17), dengan perbedaan signifikan antara kedua model (P = 0,03).
Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Discovery Learning Pada Pembelajaran PAI Muhammad Hafif; Arifmiboy Arifmiboy; Deswalantri Deswalantri; Yelfi Dewi S
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i1.166

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan untuk membantu siswa menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bukittinggi. Sampel terdiri atas kelas XI IPS 1 sebagai eksperimen I (PBL), XI IPS 3 sebagai eksperimen II (Discovery Learning), dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen I sebesar 46,25 dan 63,13, eksperimen II sebesar 48,66 dan 58,71, serta kelas kontrol sebesar 49,04 dan 52,64. Uji hipotesis menunjukkan kedua model berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model PBL dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.