Yelfi Dewi S
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Keterampilan Berfikir Kritis Siswa Menggunakan Model Think Pair Share dengan Model Problem Based Learning Pada Bidang Studi Sejarah Kebudayaan Islam Dini Sri Wahyuni; Arifmiboy Arifmiboy; Wedra Aprison; Yelfi Dewi S; Andy Riski Pratama
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 1 Februari (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua model pembelajaran Think Pair Share dan Problem Based Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII di MTsN 8 Agam. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental dan faktorial 2x2, penelitian ini melibatkan 58 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok: 29 siswa untuk Think Pair Share dan 29 siswa untuk Problem Based Learning. Data dikumpulkan melalui tes essay dan dianalisis dengan uji t untuk menentukan perbedaan antara kedua kelompok, dengan mempertimbangkan kemampuan awal siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa model Problem Based Learning lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dibandingkan Think Pair Share, terutama untuk siswa dengan kemampuan awal tinggi (P = 0,048). Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada siswa dengan kemampuan awal rendah (P = 0,91). Secara keseluruhan, siswa dalam kelompok Problem Based Learning memiliki skor rata-rata keterampilan berpikir kritis yang lebih tinggi (56,38) dibandingkan dengan siswa dalam kelompok Think Pair Share (45,17), dengan perbedaan signifikan antara kedua model (P = 0,03).
PENGARUH PROGRAM SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN (SSK) DALAM PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI TERHADAP AKHLAK SISWA SMA N 1 BONJOL Rista Adira Putri; Yelfi Dewi S; Hamdi Abdul Karim; Nurhasnah Nurhasnah
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 1 No 2 (2025): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v1i2.86

Abstract

Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) adalah suatu program pendidikan kependudukan yang diintegrasikan ke dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti serta dipandang dapat membentuk sikap dan perilaku siswa. Teori empirisme John Locke menyatakan bahwa pendidikan, baik itu melalui pembiasaan, pengalaman, dan dorongan dapat mempengaruhi pembentukan kepribadian individu. Siswa sebagai generasi muda rentan dengan rasa putus asa, perilaku bolos, dan pergaulan bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program SSK terhadap perkembangan akhlak siswa melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti. Metodologi penelitian adalah kuantitatif dengan desain ex post facto. Analisis penelitian dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh variabel x mempengaruhi variabel y. Uji koefisien regresi menghasilkan nilai 0,003 < 0,005 yang menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap variabel y secara parsial. Kemudian untuk melihat besarnya pengaruh digunakan uji koefisien determinasi dan diperoleh nilai R Square sebesar 0.115. Dengan demikian variabel x mempunyai pengaruh yang signifikan sebesar 11,5% terhadap variabel lain, sedangkan 88,5% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti.
Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Discovery Learning Pada Pembelajaran PAI Muhammad Hafif; Arifmiboy Arifmiboy; Deswalantri Deswalantri; Yelfi Dewi S
Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2026): Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
Publisher : PT. AKSARA AKADEMIA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0111/afkar.v2i1.166

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan untuk membantu siswa menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bukittinggi. Sampel terdiri atas kelas XI IPS 1 sebagai eksperimen I (PBL), XI IPS 3 sebagai eksperimen II (Discovery Learning), dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen I sebesar 46,25 dan 63,13, eksperimen II sebesar 48,66 dan 58,71, serta kelas kontrol sebesar 49,04 dan 52,64. Uji hipotesis menunjukkan kedua model berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model PBL dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Digital Media and Technology in Modern Arabic Language Learning: Transforming Education in the Digital Era Muslim Jafar; Yelfi Dewi S; Fahmi Hamzah; Elsayed Saad Abdelsalam Elsayed Aila; Syukra Alhamda
International Journal of Post Axial: Futuristic Teaching and Learning Vol. 4 No. 3 September 2026: International Journal of Post-Axial
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/postaxial.v4i3.1782

Abstract

Abstract: The rapid development of digital media and educational technologies, including AI chatbots, Moodle-based learning management systems, and gamification platforms such as Kahoot, has transformed modern Arabic language instruction into a more interactive and contextualized learning process. This transformation has become increasingly important in the post-pandemic era, in which adaptive blended learning is required to address the needs of digitally oriented learners. This study examines the alignment between digital technology selection and the development of four Arabic language skills: listening (mahārah istimāʿ), speaking (mahārah kalām), reading (mahārah qirāʾah), and writing (mahārah kitābah). It also identifies the limitations of conventional instructional methods for Generation Z learners and explores strategies for optimizing digital technology through a proposed Maharah–Digital Mapping framework. The study employed a qualitative descriptive design based on library research and qualitative content analysis. Relevant literature on TPACK, digital learning technologies, Arabic language pedagogy, multimedia learning, and technology integration was analyzed to formulate practical recommendations for digital lesson planning. The findings indicate that AI chatbots can support speaking and writing practice, learning management systems can facilitate structured and interactive reading activities, and gamification can enhance learner motivation and engagement, particularly in listening-oriented activities. The study proposes an integrated learning sequence that moves from receptive skills, namely listening and reading, to productive skills, namely speaking and writing. It concludes that digital transformation should be integrated systematically into Arabic language curricula rather than implemented as a collection of isolated technological tools. Continuous teacher training, context-sensitive technology selection, and sustainable curriculum integration are necessary to promote effective, engaging, and globally relevant Arabic language learning.