Pengembangan jaringan irigasi tambak di daerah pasang surut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan merencanakan jaringan irigasi tambak di Daerah Sajoanging, Kabupaten Wajo, untuk mengubah sistem budidaya bandeng dari tradisional menjadi semi intensif. Metode yang digunakan meliputi analisis pasang surut dengan metode Admiralty, perhitungan kebutuhan air irigasi tambak berdasarkan evaporasi, perkolasi, dan curah hujan efektif, serta perencanaan dimensi saluran pembawa dan pembuang menggunakan persamaan Strikler. Hasil penelitian menunjukkan elevasi dasar tambak rata-rata -0,65 m dan elevasi muka air tambak +0,55 m, yang berada di antara elevasi surut rencana (-1,00 m) dan elevasi pasang rencana (+1,03 m), sehingga memungkinkan sistem pemberian dan pembuangan air secara gravitasi. Kebutuhan air irigasi total untuk budidaya bandeng sebesar 8,69 lt/dt/ha, terdiri atas kebutuhan air asin 8,14 lt/dt/ha dan air tawar pencampur 0,55 lt/dt/ha. Perencanaan ini diharapkan meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun serta meningkatkan kesejahteraan petani tambak.
Copyrights © 2026