Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perencanaan Pembangunan Gapura di Desa Wisata Kayuloe Timur Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan Andi Muh. Ashad Sadiq Aad; Zainal Arifin Halim; Suci Fatmawati Marzuki
Ash-Shahabah : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Volume 2 Issue 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ashabdimas.v2i1.566

Abstract

Abstract: Desa Kayuloe Timur terletak di Kecamatan Turatea Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan. Lokasi pembangunan gapura tersebut terletak di pintu masuk desa Kayuloe Timur. Diharapkan dengan dibangunnya gapura tersebut akan menambah daya tarik dan memperindah suasana desa. Tempat wisata di daerah ini adalah kincir angin yang di bangun oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero). Sehingga banyak para warga baik dalam ataupun luar desa yang berfoto di tempat tersebut dengan berlatarkan keindahan kincir angin. Maka dari Pemerintah Desa Kayuloe Timur menginginkan pembangunan gapura tersebut agar lebih menarik dan memperindah suasana tempat wisata tersebut sejalan dengan perkembangan desain bangunan saat ini. Oleh karena itu, sebelum melakukan pekerjaan perencanaan struktur, terlebih dahulu dilakukan pertemuan dengan pemerintah desa Kayuloe dan survey lingkungan desa untuk mengetahui gambaran awal bangunan yang direncanakan. Bangunan gapura desa Kayuloe Timur ini direncanakan mempunyai tinggi 4 meter dengan Lebar 9,4 meter. Kegiatan masyarakat ini dapat dilanjutkan dengan memberikan dukungan teknis untuk pembangunan pintu gerbang di masa mendatang.   Kata Kunci: Desa Kayuloe Timur, Gapura, Pariwisata   Abstract: East Kayuloe Village is situated in the Turatea District of South Sulawesi Province's Jeneponto Regency. At the entrance to East Kayuloe Village is where the gate's building site stands. The erection of the gate is intended to improve the village's appearance and atmosphere. PT. State electricity company's windmills are the area's current top tourist attractions (Persero). In order to capture the beauty of the windmill in the background of their photos, many residents from both inside and outside the village gather there. As a result, the East Kayuloe Village Government desires that the gate's construction enhance the aesthetics of the surrounding tourist attractions and match the development of the nearby structures. Therefore, a meeting with the Kayuloe Village Government and a survey of the village environment were conducted before beginning the structural design work to ascertain the initial impression of the projected building. East Kayuloe village's archway building is anticipated to be 4 meters tall and 9.4 meters wide. Giving technical support later on when the gate is being built will carry on this act of community service.
Studi Perencanaan dan Pengembangan Jaringan Irigasi Tambak Daerah Sajoanging Kabupaten Wajo Arsyad; Suci fatmawati Marzuki; Muflihah Mantasa; Sry Wahyuni R; Musdalifah S; Zainal Arifin Halim
Jurnal Bangunan Konstruksi Vol 4 No 1 (2026): Barakka - Jurnal Bangunan Konstruksi
Publisher : PSTS FT UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63877/jbk.v4i1.253

Abstract

Pengembangan jaringan irigasi tambak di daerah pasang surut berperan penting dalam meningkatkan produktivitas budidaya perikanan. Penelitian ini bertujuan merencanakan jaringan irigasi tambak di Daerah Sajoanging, Kabupaten Wajo, untuk mengubah sistem budidaya bandeng dari tradisional menjadi semi intensif. Metode yang digunakan meliputi analisis pasang surut dengan metode Admiralty, perhitungan kebutuhan air irigasi tambak berdasarkan evaporasi, perkolasi, dan curah hujan efektif, serta perencanaan dimensi saluran pembawa dan pembuang menggunakan persamaan Strikler. Hasil penelitian menunjukkan elevasi dasar tambak rata-rata -0,65 m dan elevasi muka air tambak +0,55 m, yang berada di antara elevasi surut rencana (-1,00 m) dan elevasi pasang rencana (+1,03 m), sehingga memungkinkan sistem pemberian dan pembuangan air secara gravitasi. Kebutuhan air irigasi total untuk budidaya bandeng sebesar 8,69 lt/dt/ha, terdiri atas kebutuhan air asin 8,14 lt/dt/ha dan air tawar pencampur 0,55 lt/dt/ha. Perencanaan ini diharapkan meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun serta meningkatkan kesejahteraan petani tambak.