Ekosistem mangrove di Desa Ketapang Raya memiliki nilai ekologis yang tinggi dan berpotensi sebagai sumber belajar IPA, terutama bagi guru dan siswa di sekolah sekitar seperti SMP Gerupuk, Kecamatan Pujud, Lombok Tengah. Terdapat 10 spesies mangrove beserta biota asosiasi (Mollusca, Crustacea, Echinodermata, ikan) yang melimpah. Namun, guru IPA belum memanfaatkan potensi tersebut dalam pembelajaran berbasis lingkungan untuk meningkatkan literasi sains. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan nilai ekosistem mangrove sebagai sumber belajar IPA serta menanamkan nilai konservasi lingkungan melalui pendidikan formal. Metode yang digunakan adalah pelatihan, diskusi, dan praktik lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi aktif siswa dan guru dalam diskusi serta apresiasi terhadap materi pembelajaran berbasis mangrove. Luaran kegiatan berupa publikasi pada jurnal ber-ISSN dan terindeks SINTA.
Copyrights © 2026