Masalah hubungan teman sebaya merupakan fenomena krusial pada masa remaja yang ditandai dengan kebutuhan tinggi akan penerimaan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi konseling kelompok dan konseling individu dalam mengatasi hambatan interaksi sosial. Menggunakan metode studi literatur kualitatif, hasil kajian menunjukkan bahwa konseling kelompok sangat efektif dalam mengasah keterampilan eksternal seperti komunikasi dan dinamika sosial, sementara konseling individu berperan dalam restrukturisasi kognitif dan penanganan hambatan internal yang bersifat privat. Sinergi kedua layanan ini memberikan kerangka intervensi yang komprehensif bagi praktisi bimbingan dan konseling
Copyrights © 2026