Penelitian ini bertujuan menganalisis ketahanan keluarga nabi dalam perspektif sosiologi profetik dengan fokus pada struktur, fungsi, dan resiliensi sosial-spiritual. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an tentang keluarga Nabi Ibrahim, Yusuf, Muhammad, Nuh, dan Luth. Analisis dilakukan menggunakan konsep humanisasi, liberasi, dan transendensi dari Kuntowijoyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan keluarga para nabi dibangun atas ikatan iman, pembagian peran, musyawarah, dan tanggung jawab moral. Fungsi keluarga meliputi pendidikan, perlindungan, dukungan emosional, ekonomi, dan internalisasi nilai. Resiliensi keluarga profetik terbentuk melalui doa, tawakal, dialog, pengampunan, dan dukungan sosial. Keluarga Nabi Ibrahim menonjol dalam tauhid dan pengorbanan, Nabi Yusuf dalam rekonsiliasi, Nabi Muhammad dalam komunikasi dan keteladanan, sedangkan Nabi Nuh dan Nabi Luth menegaskan bahwa ikatan iman lebih utama daripada hubungan biologis. Penelitian ini menegaskan bahwa keluarga para nabi merupakan model ketahanan keluarga Qur’ani yang relevan bagi keluarga Muslim kontemporer. Kebaruan penelitian terletak pada penggunaan sosiologi profetik dan integrasi aspek struktur, fungsi, serta resiliensi keluarga.
Copyrights © 2026