Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya penggunaan campur kode dalam konten media sosial yang mencerminkan dinamika bahasa anak muda, khususnya di daerah Garut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk campur kode dalam konten TikTok Mang Epul Si Tukang Dahar serta menjelaskan bagaimana campur kode tersebut merepresentasikan bahasa anak muda Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa dua video vlog yang diunggah pada akun TikTok Mang Epul Si Tukang Dahar. Analisis data dilakukan berdasarkan teori campur kode Muysken yang mengklasifikasikan campur kode ke dalam tiga kategori, yaitu insertion, alternation, dan congruent lexicalization. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga jenis campur kode tersebut ditemukan dalam video yang dianalisis, dengan dominasi insertion dan congruent lexicalization melalui perpaduan bahasa Indonesia dan bahasa Sunda. Campur kode dalam konten tersebut berfungsi sebagai sarana pembentukan identitas, keakraban, ekspresi diri, serta komunikasi populer di media sosial. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa oleh Mang Epul merepresentasikan bahasa anak muda Garut yang bersifat kreatif, fleksibel, dan tetap mempertahankan identitas budaya lokal, sehingga berimplikasi pada pemahaman perkembangan bahasa daerah di ranah digital.
Copyrights © 2026