Dalam konteks pendidikan calon guru sekolah dasar, kemampuan literasi sains perlu didukung oleh kemampuan self-regulated learning agar mahasiswa mampu mengelola proses belajar secara mandiri serta memahami konsep sains secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-regulated learning dalam mengembangkan literasi sains mahasiswa calon guru sekolah dasar pada pembelajaran IPA berbasis aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Subjek penelitian berjumlah 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang mengikuti mata kuliah Biologi dan Fisika SD. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur indikator self-regulated learning dan literasi sains, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-regulated learning mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata indikator antara 3,94 hingga 4,33, sementara literasi sains mahasiswa juga berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 3,99 hingga 4,08. Analisis regresi menunjukkan bahwa self-regulated learning memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi sains mahasiswa (β = 0,62; p = 0,003; R² = 0,37). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri dalam belajar berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan self-regulated learning melalui pembelajaran IPA berbasis aktivitas menjadi strategi penting dalam meningkatkan literasi sains calon guru sekolah dasar.
Copyrights © 2026