Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Status Sosial Ekonomi Orang Tua terhadap Kemampuan Matematika Peserta Didik Kelas IV di SD Negeri 1 Klaten Sima Natasya; Stima Anggita Putri; Susi Purnaningsih; Titis Rena Siwi Pambudi; Tri Nur Puspitasari; Ulfa Ayu Rakhmawati; Maria Melani Ika Susanti
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.1585

Abstract

Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap kemampuan matematika pada peserta didik kelas IV di SD N 1 Klaten. Subjek dari penelitian ini ialah peserta didik kelas IV SD N 1 Klaten tahun ajaran 2024/2025. Data penelitian diperoleh menggunakan angket untuk melihat tingkat sosial ekonomi orang tua dan tes untuk mengetahui kemampuan matematika peserta didik. Teknik analisis data yang diterapkan ialah teknik kuantitatif deskriptif dengan populasi peserta didik kelas IV di SD N 1 Klaten. Pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 53 peserta didik digunakan sebagai sampel. Data diambil menggunakan kuesioner dengan variabel ordinal untuk variabel status sosial ekonomi dengan skala 1-7 untuk pendidikan orangtua, serta 1-4 untuk pendapatan orangtua. Variabel kemampuan matematika diukur dengan nilai tes dengan skala 1-100. Validitas kuesioner diambil dan divalidasi langsung oleh pihak sekolah, untuk soal matematika telah melalui uji validitas yang dilakukan langsung oleh guru kelas. Hipotesisi diuji menggunakan analisis regresi setelah dilakukan uji asumsi klasik. Data diolah dengan software SPSS 25. Hasil memperlihatkan bahwa status sosial ekonomi berpengaruh positif signifikan terhadap kemampuan matematika. Adanya hubungan positif antara status sosial ekonomi dan kemampuan mematika, berarti bahwa pentingnya peran orang tua dalam menyediakan fasilitas belajar yang lebih baik dan dukungan belajar untuk anaknya dalam mencapai pendidikan yang berkualitas.
Optimalisasi Peran Orang Tua dalam Mengembangkan Kreativitas Anak melalui Aktivitas Edukatif Keluarga untuk Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Maria Melani Ika Susanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i1.10148

Abstract

Parents have a very important in supporting the growth and development of children's creativity from early age. This workshop is organized of community service to to aim of: (1) raising parents’ awareness in developing children's creativity through family educational activities; (2) adding references and inspirations for home educational activities; and (3) increasing family awareness to participate achieving the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in the aspects of Education and Human Development. The activity was held in Sungkur, RW 5, Klaten and attended by 17 PKK caretaker. The methods used informative lectures, participatory discussions, question-and-answer sessions, demonstrations of educational activities, and lived practice. The result showed big enthusiasm from the participants during the session, active discussions, and able to implement the educational family activities. This activity enhancing parents’ literacy about the importance of children's creativity in the context of sustainable development, which is incorporated into the SDGs at the village level.
Reflective Analysis of PGSD Students' Science Process Skills in the Perspective of 21st Century Skills Maria Melani Ika Susanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12913

Abstract

The rapid shift toward 21st-century learning requires prospective primary teachers to master science process skills (SPS) that support critical thinking, problem-solving, and innovation. This study aims to analyse PGSD students’ SPS and 21st-century skills through a reflective approach. A descriptive qualitative design supported by quantitative data was employed. Data were collected from 22 first-year PGSD students enrolled in an elementary science education course using a Likert-scale questionnaire and written reflective journals. Questionnaire data were analysed descriptively using mean scores and categorical achievement levels, while journal data were examined through thematic analysis. The results show that students’ SPS are at a very high level (M = 4.21), particularly in observing, conducting experiments, drawing conclusions, and applying scientific concepts. Their 21st-century skills are at a high level (M = 4.19), with collaboration and critical thinking higher than creativity and communication. Reflective journals confirm that practice-based and project-based science activities help students recognise their strengths and weaknesses and plan improvements. It can be concluded that reflective, experiment-oriented science learning effectively develops SPS and 21st-century skills in prospective primary teachers, although communication and creativity still need systematic reinforcement
PERAN SELF-REGULATED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN LITERASI SAINS MAHASISWA CALON GURU SEKOLAH DASAR PADA PEMBELAJARAN IPA BERBASIS AKTIVITAS Rusmawan Rusmawan; Maria Melani Ika Susanti
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1877

Abstract

Dalam konteks pendidikan calon guru sekolah dasar, kemampuan literasi sains perlu didukung oleh kemampuan self-regulated learning agar mahasiswa mampu mengelola proses belajar secara mandiri serta memahami konsep sains secara lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran self-regulated learning dalam mengembangkan literasi sains mahasiswa calon guru sekolah dasar pada pembelajaran IPA berbasis aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Subjek penelitian berjumlah 21 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar yang mengikuti mata kuliah Biologi dan Fisika SD. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur indikator self-regulated learning dan literasi sains, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-regulated learning mahasiswa berada pada kategori tinggi dengan rata-rata indikator antara 3,94 hingga 4,33, sementara literasi sains mahasiswa juga berada pada kategori tinggi dengan rata-rata 3,99 hingga 4,08. Analisis regresi menunjukkan bahwa self-regulated learning memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi sains mahasiswa (β = 0,62; p = 0,003; R² = 0,37). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan regulasi diri dalam belajar berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains mahasiswa. Oleh karena itu, penguatan self-regulated learning melalui pembelajaran IPA berbasis aktivitas menjadi strategi penting dalam meningkatkan literasi sains calon guru sekolah dasar.
EFEKTIVITAS INDIRECT ENVIRONMENTAL LEARNING BERBASIS VIDEO PANGKAL BABU TERHADAP LITERASI SAINS DAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Maria Melani Ika Susanti; Muhammad Isa; Roslina Roslina; Armi Armi; Maulidar Maulidar
Edumedia : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol 10 No 1 (2026): Edumedia: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Kapuas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/edumedia.v10i2.1903

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya literasi sains dan kesadaran lingkungan siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh pembelajaran IPA yang masih bersifat abstrak dan kurang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pembelajaran IPA berbasis lingkungan wisata Pangkal Babu melalui pendekatan indirect environmental learning dalam meningkatkan literasi sains dan kesadaran lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 40 siswa kelas V yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi sains dan angket kesadaran lingkungan. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05). Rata-rata nilai posttest kelompok eksperimen (82,75) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (70,20), serta nilai N-gain kelompok eksperimen (0,62) berada pada kategori sedang dan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (0,35). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis lingkungan melalui representasi video ekosistem Pangkal Babu efektif dalam meningkatkan literasi sains dan kesadaran lingkungan siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran IPA yang kontekstual, adaptif, dan berbasis lingkungan melalui integrasi media digital.
Penguatan Kompetensi Tutor PKBM melalui Training of Trainers Pengembangan Modul Pembelajaran Literasi Sains dan Bahasa Berbasis Etnosains Kearifan Lokal Klaten Dwi Bambang Putut Setiyadi; Sukini Sukini; Maria Melani Ika Susanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik Santo Fransiskus Assisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpkm.v5i2.676

Abstract

Science and language literacy remain challenges in non-formal education, as learning often emphasizes memorization and underutilizes local contexts as learning resources. This community service program aimed to strengthen the competence of Community Learning Center (PKBM) tutors in developing science and language literacy modules based on the ethnoscience and local wisdom of Klaten. The program employed a Training of Trainers (ToT) approach involving training sessions, module development workshops, and mentoring. Participants consisted of 20 tutors from three PKBM in Klaten Regency. Competence was evaluated through pretest and posttest questionnaires covering literacy understanding, pedagogical competence, module development, and learning implementation. Results indicated a 24,61%. increase in tutor competence, with the average score rising from 63,31 to 87,92. The program effectively enhanced tutors’ capacity to design contextual learning grounded in ethnoscience and local wisdom.