Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji permasalahan dan faktor penyebab rendahnya hasil belajar IPAS pada siswa kelas III sekolah dasar. Studi ini dilatarbelakangi oleh temuan di SDN 187/I Teratai yang menunjukkan capaian belajar siswa masih di bawah KKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru kelas III dan 20 siswa kelas III SDN 187/I Teratai. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa masalah utama. Pertama, keaktifan siswa rendah karena pembelajaran masih berpusat pada guru dengan metode ceramah dan tugas, sehingga siswa cenderung pasif. Kedua, interaksi dan kerja sama antar siswa belum berkembang karena kegiatan belajar lebih bersifat individual dan tidak menerapkan model kolaboratif. Ketiga, siswa mengalami kesulitan memahami materi IPAS akibat minimnya penggunaan media pembelajaran yang dapat membantu visualisasi konsep. Keempat, minat dan motivasi belajar siswa menurun karena proses pembelajaran monoton dan kurang variasi. Temuan ini menunjukkan bahwa rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh praktik pembelajaran yang kurang interaktif dan belum sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih variatif, menggunakan media yang relevan, serta mendorong keterlibatan aktif siswa agar hasil belajar dapat meningkat.
Copyrights © 2026