Pendahuluan: Stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi permasalahan global yang berdampak pada keterlambatan pengobatan, rendahnya kualitas hidup, serta hambatan dalam integrasi sosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stigma adalah tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan stigma pada tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) tentang ODGJ. Metodologi: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua TPKJM, sebanyak 184 orang dan dengan perhitungan besar sampel didapatkan sampel sebanyak 64 responden, dengan metode sampling simple random sampling. Analisa data yang digunakan dengan uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar laki-laki, usia antara 41-50 tahun, pendidikan SMA, dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, dan sudah menikah. Tingkat pengetahuan tentang ODGJ Sebagian besar baik (98%) dan stigma tentang ODGJ Sebagian besar negative (72%), dan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stigma (p-value 0,025). Diskusi: Pengetahuan sangat penting untuk membangun stigma yang positif tentang ODGJ, sehingga intervensi yang tergetnya meningkatkan pengetahuan sangat dibutuhkan.
Copyrights © 2026