Muhammad Ali Sodik
Universitas Strada Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Youth Empowerment Program Based on Digital Leaflet to Improve Help-Seeking Behavior Related to Mental Health Issues Among Students Agusta Dian Ellina; Muhammad Ali Sodik
Journal of Community Service for Health Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jcsh.v7i1.1255

Abstract

Mental health problems among adolescents have become a growing global concern. This study aims to examine the effectiveness of a youth empowerment program using digital leaflets to improve help-seeking behavior related to mental health issues among students. Technological progression and digital media saturation in the lives of adolescents provide avenues for addressing these issues anew. Reaching adolescents (and other target groups) in their communities via digital media. This study focused on the ‘One Group Pretest-Post Test Design’ framework which employs a quantitative technique and uses a quasi-experimental design. This framework was able to determine whether or not there was any impact from the intervention. Using a pretest-posttest design with 312 students, statistical analysis showed a significant increase in help-seeking behavior after the digital leaflet intervention. The resulting significance level (p-value) was 0.000, which is significantly lower than the 0.05 significance level (α). This indicates that the difference in mean scores between the pretest and posttest did not occur by chance but is a real effect of the empowerment program. These findings suggest that digital media can be an effective tool for mental health education among adolescents.
PENGETAHUAN DAN STIGMA TENTANG ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA PADA TIM PENANGANAN JIWA MASYARAKAT Fajar Rinawati; Hengky Irawan; Muhammad Ali Sodik; Lingga Kusuma Wardani
coba Vol 14 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i2.998

Abstract

Pendahuluan: Stigma terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih menjadi permasalahan global yang berdampak pada keterlambatan pengobatan, rendahnya kualitas hidup, serta hambatan dalam integrasi sosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi stigma adalah tingkat pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan stigma pada tim pelaksana kesehatan jiwa masyarakat (TPKJM) tentang ODGJ. Metodologi: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua TPKJM, sebanyak 184 orang dan dengan perhitungan besar sampel didapatkan sampel sebanyak 64 responden, dengan metode sampling simple random sampling. Analisa data yang digunakan dengan uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini sebagian besar laki-laki, usia antara 41-50 tahun, pendidikan SMA, dengan masa kerja lebih dari 10 tahun, dan sudah menikah. Tingkat pengetahuan tentang ODGJ Sebagian besar baik (98%) dan stigma tentang ODGJ Sebagian besar negative (72%), dan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan stigma (p-value 0,025). Diskusi: Pengetahuan sangat penting untuk membangun stigma yang positif tentang ODGJ, sehingga intervensi yang tergetnya meningkatkan pengetahuan sangat dibutuhkan.