Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Penyengat, salah satu kawasan wisata sejarah peninggalan kerajaan Melayu yang menjadi daya tarik utama di Kota Tanjungpinang. Peningkatan aktivitas masyarakat dan jumlah wisatawan menyebabkan peningkatan signifikan terhadap volume sampah, baik dari sumber rumah tangga maupun aktivitas wisata. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sistem pemantauan berat sampah berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat diakses secara real-time oleh petugas kebersihan dan instansi terkait tanpa batasan ruang dan waktu. Sistem ini menggunakan Wemos D1 Min dengan konektivitas Wi-Fi yang terintegrasi dengan sensor load cell, serta memanfaatkan aplikasi Blynk sebagai penghubung ke web server. Penelitian diawali melalui pendekatan sosial bersama masyarakat sebagai calon pengguna dan dilanjutkan dengan penerapan metode design thinking untuk menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat bekerja dengan baik, akurat, mudah dioperasikan, dan memiliki biaya implementasi yang rendah. Inovasi ini terbukti mampu mendukung efisiensi pengelolaan sampah di Pulau Penyengat serta berpotensi diterapkan di kawasan wisata lain dengan kondisi serupa.
Copyrights © 2026