Studi ini mengkaji sejauh mana penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation mampu menstimulasi daya pikir kreatif peserta didik kelas V SD, khususnya pada materi pecahan pembelajaran matematika. Melalui desain non-equivalent control group, studi ini mengadopsi metode kuasi eksperimen di bawah payung pendekatan kuantitatif. Peneliti menetapkan seluruh peserta didik kelas V di wilayah Kelurahan Sidoharjo sebagai populasi, sementara sampel penelitian ditentukan menggunakan prosedur cluster sampling. Peneliti menerapkan model GI pada kelompok eksperimen dan model direct instruction pada kelompok kontrol untuk mengukur sejauh mana perbedaan hasil yang dicapai antara kedua metode tersebut. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian yang mencakup indikator kelancaran, keluwesan, dan keaslian untuk memetakan profil berpikir kreatif matematis peserta didik.. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji-t setelah terlebih dahulu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t hitung sebesar 6,570 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,022 pada taraf signifikansi 0,05 (0,00 < 0,05). Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation (GI) efektif dalam mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik sekolah dasar. Oleh karena itu, model ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, kerja sama kelompok, serta mendorong eksplorasi ide dalam proses pembelajaran matematika.
Copyrights © 2026