Keberlanjutan Desa Sidowarno sebagai Desa Wisata Wayang terhambat oleh rendahnya minat anak-anak usia sekolah dasar terhadap budaya lokal akibat keterbatasan kemampuan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bengawan Solo Bersinar dalam penguasaan metode edukasi literasi budaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Pokdarwis dengan menggunakan pendekatan inovatif yaitu Fun STEAM Learning dengan melibatkan kolaborasi Pentahelix sebagai upaya regenerasi Desa Sidowarno. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 20 anggota Pokdarwis secara aktif. Metode ini dilaksanakan dengan empat langkah yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan peningkatan keterampilan dan manajemen Pokdarwis Bengawan Solo Bersinar. Peningkatan keterampilan terlihat dari seluruh anggota Pokdarwis (100%) yang mampu merancang dan mengimplementasikan Fun STEAM Learning, sehingga partisipasi anak naik dari rata-rata 9–10 menjadi 15–20 anak per pertemuan. Kemampuan manajemen meningkat terlihat dengan adanya perencanaan terstruktur, dokumentasi sistematis, buku program resmi, serta mekanisme evaluasi partisipatif yang memperkuat jejaring kolaborasi pentahelix. Dengan demikian program ini mampu mendukung regenerasi budaya lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026