Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa

Digital Interpreting Module Development for Consecutive and Simultaneous Interpreting: A Needs Analysis

Putu Ayu Prabawati Sudana (Universitas Pendidikan Ganesha)
Made Aryawan Adijaya (Universitas Pendidikan Ganesha)
Rima Andriani Sari (Universitas Pendidikan Ganesha)
Ni Putu Astiti Pratiwi (Universitas Pendidikan Ganesha)
Putu Adi Krisna Juniarta (Universitas Pendidikan Ganesha)



Article Info

Publish Date
20 Jun 2026

Abstract

The article discusses a needs analysis for developing a digital interpreting module, with an emphasis on consecutive and simultaneous interpreting in higher education. This study employed a qualitative survey design in which questionnaires and semi-structured interviews were used to collect data from six professional interpreters. Key competencies, existing learning gaps, and digital learning needs were identified using descriptive and thematic analyses. The findings show that interpreting practice is commonly used in educational and tourism settings, such as workshops and field trips, where contextualized learning resources are required. The most crucial skill was the understanding of the tone, intent, and accents. Then, it was followed by stress management and cultural awareness. Another interesting aspect discussed in the article is the increasing use of web-based interpreting tools like Zoom, with minimal use of AI and LMS simulations. Abstrak Artikel ini membahas analisis kebutuhan untuk mengembangkan modul penerjemahan digital, dengan penekanan pada penerjemahan konsekutif dan simultan di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan desain survei kualitatif, di mana kuesioner dan wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan data dari enam juru bahasa profesional. Kompetensi kunci, kesenjangan pembelajaran yang ada, dan kebutuhan pembelajaran digital diidentifikasi melalui analisis deskriptif dan tematik. Temuan menunjukkan bahwa praktik penjurubahasaan umumnya digunakan dalam lingkungan pendidikan dan pariwisata, seperti lokakarya dan kunjungan lapangan, di mana sumber belajar yang kontekstual diperlukan. Keterampilan yang paling penting adalah pemahaman terhadap nada, niat, dan aksen. Selanjutnya, diikuti oleh manajemen stres dan kesadaran budaya. Aspek menarik lainnya yang dibahas dalam artikel ini adalah penggunaan yang semakin meningkat dari alat interpretasi berbasis web seperti Zoom, dengan penggunaan minimal AI dan simulasi LMS.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jurnal_ranah

Publisher

Subject

Description

https://ojs.badanbahasa.kemendikdasmen.go.id/jurnal/index.php/jurnal_ranah/about/editorialPolicies#focusAndScope ...