Pendidikan anak usia dini merupakan fase fundamental dalam pembentukan karakter dan kepribadian, termasuk penanaman nilai Islami sejak dini. Namun, praktik pendidikan saat ini seringkali lebih menekankan aspek kognitif daripada afektif dan spiritual. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan kurikulum yang lebih holistik dan berlandaskan nilai kasih sayang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep Kurikulum Cinta sebagai landasan pembentukan karakter Islami anak usia dini. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai literatur yang relevan tentang pendidikan Islam, anak usia dini, dan pengembangan kurikulum. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum cinta memiliki tiga aspek utama, yaitu: (1) landasan filosofis yang berakar pada prinsip rahmatan lil ‘alamin dan keteladanan Rasulullah SAW, (2) strategi implementasi melalui keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan penuh cinta, serta (3) dampak positif dalam membentuk iman, akhlak mulia, empati, dan tanggung jawab anak sejak dini. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kurikulum cinta dapat menjadi paradigma alternatif pendidikan Islam kontemporer yang lebih menekankan keseimbangan kognitif, afektif, dan spiritual.
Copyrights © 2025