Pertumbuhan jumlah lansia di Taiwan menyebabkan meningkatnya kebutuhan terhadap tenaga perawat informal, yang sebagian besar dipenuhi oleh Pekerja Migran Indonesia (PMI). Meski menawarkan peluang ekonomi, kondisi kerja sebagai live-in caregiver menimbulkan berbagai tantangan, seperti tekanan emosional, isolasi sosial, dan keterbatasan perlindungan hukum. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengalaman kesejahteraan emosional PMI di sektor perawatan informal lansia di Taiwan, menggunakan pendekatan naratif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap tiga partisipan perempuan yang dipilih secara purposif, masing-masing memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik reflektif, mencakup lima dimensi kesejahteraan: emosional, sosial, spiritual, fisik, dan struktural. Penelitian ini menunjukkan bahwa PMI menghadapi tekanan psikososial kompleks, tetapi menunjukkan ketahanan melalui strategi koping spiritual, makna kerja, serta relasi interpersonal terbatas. Faktor struktural seperti relasi kuasa dengan majikan dan tidak adanya batas waktu kerja formal turut memengaruhi kesejahteraan emosional. Temuan ini menekankan pentingnya pelatihan pra-penempatan yang menyeluruh, penguatan dukungan komunitas, dan kebijakan bilateral yang menjamin perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran.
Copyrights © 2025