Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru Pendidikan Pancasila SMP di Kota Bandar Lampung dalam menyusun modul ajar berbasis board games yang mengintegrasikan nilai civic ekologis. Permasalahan utama yang ditemui adalah rendahnya pemahaman guru tentang Flipped Classroom, keterbatasan pengalaman menggunakan media inovatif, serta kurangnya integrasi isu lingkungan dalam pembelajaran. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui tahapan pelatihan interaktif, simulasi permainan, uji coba modul, refleksi bersama, dan pendampingan. Evaluasi menggunakan pretest–posttest serta wawancara dan observasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Pemahaman guru terhadap Flipped Classroom dan civic ekologis meningkat lebih dari 50%, dan keyakinan terhadap efektivitas board games naik dari 38,1% menjadi 100%. Secara kualitatif, guru menyatakan kelas lebih interaktif, siswa lebih aktif mengambil keputusan, serta nilai peduli lingkungan dapat dipraktikkan melalui permainan. Kendala yang muncul meliputi keterbatasan waktu, variasi kemampuan teknologi, dan kebutuhan dukungan kebijakan sekolah. Secara keseluruhan, integrasi experiential learning, konstruktivisme sosial, dan game-based learning terbukti efektif memperkuat kompetensi guru serta menanamkan civic ekologis secara kontekstual.
Copyrights © 2026