Transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah ekosistem pendidikan serta menuntut penguatan kapasitas guru melalui kebijakan yang mampu mengintegrasikan budaya digital, kompetensi AI, dan kepemimpinan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris mengenai hubungan ketiga aspek tersebut dalam meningkatkan kinerja guru sekolah menengah. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 terhadap publikasi ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan, tantangan, dan implikasi kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya digital sekolah berperan sebagai fondasi yang memperkuat implementasi teknologi, sementara kompetensi AI guru memerlukan dukungan pelatihan yang berorientasi pada aspek pedagogis, etika, dan kesiapan digital. Di sisi lain, kepemimpinan guru mendorong peningkatan self-efficacy, inovasi pembelajaran, dan adaptasi terhadap perubahan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan kebijakan yang holistik melalui integrasi budaya digital, pengembangan kompetensi AI, dan penguatan kepemimpinan pendidikan sebagai strategi transformasi pendidikan yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026