Well-being spiritual merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian santri karena berkaitan dengan ketenangan batin, kesadaran religius, dan kemampuan memaknai kehidupan secara positif. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang efektif untuk memperkuat well-being spiritual santri melalui sistem pendidikan yang diterapkan di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi well-being spiritual santri, peran sistem pembelajaran terpadu, serta strategi penguatan well-being spiritual santri di Pondok Pesantren Sa’adatud Daroien Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi well-being spiritual santri tergolong baik, yang ditandai dengan konsistensi dalam menjalankan ibadah, keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan, serta munculnya ketenangan batin dalam kehidupan sehari-hari. Sistem pembelajaran terpadu yang mengintegrasikan pendidikan diniyah dan pendidikan formal berperan dalam membentuk kesadaran religius dan internalisasi nilai-nilai keislaman secara lebih mendalam. Selain itu, strategi penguatan well-being spiritual dilakukan melalui pembiasaan ibadah, pembinaan akhlak, serta pendampingan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan pesantren yang religius dan sistem pembelajaran terpadu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penguatan well-being spiritual santri secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026