Sidik jari merupakan salah satu metode identifikasi biologis yang paling akurat dan banyak digunakandalamilmuforensikmodern.Polasidikjarimemilikikarakteristikunikpadasetiap individu serta bersifat permanen sepanjang hidup manusia. Menariknya, konsep mengenai ujungjarimanusiatelahdisinggungdalamAl-Qur’an,khususnyadalamQS.Al-Qiyāmahayat 3–4 yang menyatakan bahwa Allah mampu menyusun kembali “ujung-ujung jari” manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ayat tersebut melalui pendekatan tafsir ilmi serta mengkorelasikannya dengan temuan ilmiah dalam bidang ilmu forensik mengenai sidik jari sebagai identitas individual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) terhadap literatur tafsir klasik dan kontemporer serta referensi ilmiah dalam bidang forensik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebutan “banānah” dalam ayat tersebut memiliki relevansi dengan konsep ilmiah mengenai keunikan pola sidik jari manusia yang tidak pernah sama antara satu individu dengan individu lainnya. Hal ini menunjukkan adanya keselarasan antara teks wahyu dan penemuan ilmiah modern, sekaligus memperkaya kajian tafsir ilmi dalam memahami fenomena biologis manusia.
Copyrights © 2026