Pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam pembentukan perilaku sosial anak sejak dini. Namun, perkembangan lingkungan sosial dan media digital menyebabkan masih rendahnya kebiasaan penggunaan bahasa santun dalam kehidupan sehari-hari. Banyak siswa yang belum terbiasa menggunakan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" saat berinteraksi dengan teman, guru, maupun orang lain. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal, sikap empati, serta hubungan sosial antar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya komunikasi santun melalui pendekatan komunikasi interaktif dalam strategi negosiasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi, sosialisasi, simulasi, diskusi interaktif, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan perilaku seperti lebih menghargai teman, lebih percaya diri dalam berkomunikasi, serta lebih terbiasa mengucapkan kata "tolong", "maaf", dan "terima kasih" dalam interaksi sosial. Strategi negosiasi melalui pendekatan komunikasi interaktif dinilai efektif dalam membangun karakter sosial anak serta menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan kondusif. Pembiasaan komunikasi santun juga membantu meningkatkan rasa empati, kepedulian sosial, serta kemampuan komunikasi interpersonal siswa.
Copyrights © 2026