Ritual daur hidup merupakan prosesi ini merupakan proses terjadinya kehidupan dari manusia lahir hingga meninggal dunia dan rasa syukur kepada leluhur. Salah satu daerah yang masih mempertahankan ritual tersebut adalah Sumbawa. Beberapa urutan ritual daur hidup masyarakat sumbawa diantaranya adalah biso tian, basunat, bajajak, bakatoan, barodak, nyorong, nelung ndina, dan mitung ndina. Dalam setiap ritual tersebut selalu ada dila malam yang digunakan. Wujud dari dila malam ini seperti lilin dan ditaruh dalam wadah kuningan. Dila malam ini merupakan peranti pelengkap ritual dan memiliki makna spiritual kuat bagi masyarakat sumbawa. Dengan demikian direspon oleh seniman tari yang terinspirasi dengan peranti pelengkap ritual daur hidup ini dan dijadikan karya tari. Sehingga seniman tari yang bernama H. Hasanuddin membuat karya tari berjudul tari dila malam. Penelitian ini mencari korelasi antara karya tari yang dihasilkan dan relevansinya dengan peranti sakral dalam prosesi adat daur hidup masyarakat sumbawa yang disebut dila malam. Tujuan khusus penelitian ini untuk mengetahui korelasi dan relevansi tari dila malam pada prosesi ritual adat daur hidup masyarakat Sumbawa dengan peranti dila malam. Selain itu, secara umum penilitian ini juga bertujuan untuk menelusuri lebih dalam konsistensi karakter masyarakat Sumbawa. Urgensi utama penelitian ini tentu saja mendukung pelestarian prosesi atau ritual adat masyarakat Sumbawa. Penelitian ini menggunakan metode gabungan kualitatif dan korelasional.
Copyrights © 2026