Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pesantren dalam arus perubahan sosial, politik dan agama melalui perspektif sosiologi pendidikan dengan fokus pada interaksi antara institusi pesantren, masyarakat dan kebijakan politik negara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan triangulasi berupa interview (kepada pengasuh, asātidz, operator administrasi, para santri, para wali santri, para tokoh masyarakat dan tokoh pemerintah setempat), observasi (dilakukan di komplek pondok pesantren dan lingkungan sosial masyarakat sekitarnya), dan dokumentasi (foto-foto, file profil ponpes, dll). Lokasi penelitian dilakukan di Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin, Jetis, Susukan, Kab. Semarang. Data yang diperoleh diproses melalui display data, reduksi data dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi pesantren dalam menghadapi perubahan sosial dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kekuatan institusi pesantren dalam mempertahankan budaya pendidikan Islam, dukungan masyarakat dengan budayanya yang guyub rukun, serta kebijakan politik (Kementerian Agama dan pemerintah setempat) yang memberikan legitimasi dan arah pengembangan pendidikan pesantren. Selain itu, pesantren juga mengalami transformasi dalam aspek kelembagaan dan pola interaksi sosial sebagai bentuk adaptasi terhadap tuntutan zaman.
Copyrights © 2026