Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan teknis petani dalam meningkatkan produktivitas padi serta proses pemberdayaan petani melalui kelompok tani (Poktan) di Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 93 responden anggota aktif kelompok tani yang ditentukan melalui rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert 1–5, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan teknis budidaya belum berjalan secara optimal karena mayoritas petani (52,7%) belum menerapkan pemupukan berimbang, pengendalian hama dominan bersifat tradisional (47,3%), dan proses pascapanen masih dilakukan secara manual (47,3%). Proses pemberdayaan melalui Poktan juga dinilai belum optimal akibat tidak rutinnya penyuluhan (52,7%) dan minimnya pelatihan lapangan. Secara kelembagaan, terjadi fungsi asimetris; Poktan berjalan sangat baik sebagai wahana kerja sama sosial (62,4%) namun sangat lemah sebagai unit produksi/ekonomi mandiri (59,1%). Dampaknya, petani masih memiliki ketergantungan modal tersembunyi yang tinggi terhadap tengkulak. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi Poktan menjadi unit bisnis ekonomi mandiri serta peningkatan pelatihan berbasis praktik langsung (demplot) oleh penyuluh pertanian.
Copyrights © 2026