Ketergantungan negara-negara Asia Tenggara terhadap energi fosil meningkatkan kerentanan fiskal terhadap fluktuasi harga minyak dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsumsi energi terbarukan terhadap keseimbangan fiskal di enam negara Asia Tenggara selama periode 2000–2024. Penelitian menggunakan data panel dengan metode Panel Autoregressive Distributed Lag (Panel ARDL) dan estimator Pooled Mean Group (PMG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi energi terbarukan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keseimbangan fiskal dalam jangka panjang dengan koefisien sebesar 1,185. Sebaliknya, harga minyak dunia dan emisi karbon berpengaruh negatif, sedangkan PDB per kapita dan keterbukaan perdagangan berpengaruh positif terhadap keseimbangan fiskal. Keterbukaan perdagangan menjadi faktor yang paling dominan dalam menjelaskan variasi keseimbangan fiskal di kawasan ASEAN. Temuan ini menunjukkan bahwa energi terbarukan berpotensi memperkuat ketahanan fiskal, meskipun manfaatnya masih dibatasi oleh berbagai hambatan struktural dan implementasi kebijakan.
Copyrights © 2026