Perkembangan teknologi informasi dan internet telah mengubah pola konsumsi masyarakat dari transaksi konvensional menuju transaksi digital, sehingga menciptakan persaingan yang ketat antar-marketplace, khususnya Shopee. Banyaknya pelanggan yang mengalami penurunan minat beli akibat kurang tepatnya penetapan harga dan alokasi biaya promosi menjadi fenomena penting yang melatarbelakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya promosi dan penetapan harga, baik secara parsial maupun simultan, terhadap minat beli pelanggan pada marketplace Shopee. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 58 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria pengguna Shopee berusia minimal 17 tahun dan telah melakukan pembelian minimal dua kali dalam enam bulan terakhir. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa biaya promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli ($t_{hitung}$ = 3,217; Sig. 0,002), dan penetapan harga juga berpengaruh positif serta signifikan terhadap minat beli ($t_{hitung}$ = 4,768; Sig. 0,000), di mana penetapan harga menjadi variabel paling dominan. Secara simultan (uji F), kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap minat beli pelanggan ($F_{hitung}$ = 75,935; Sig. 0,000). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,724 mengindikasikan bahwa kontribusi biaya promosi dan penetapan harga dalam menjelaskan variasi minat beli pelanggan adalah sebesar 72,4%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa sinergi alokasi biaya promosi yang efektif dan kebijakan penetapan harga yang tepat secara bersama-sama menjadi faktor penentu utama dalam menggerakkan minat beli konsumen di era digital.
Copyrights © 2026