Perkembangan teknologi digital telah mendorong munculnya gaya hidup non-tunai (cashless society) yang kini mulai merambah ke lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pondok pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program cashless di lingkungan pesantren serta mengidentifikasi kontribusinya dalam mendukung pembentukan karakter iffah (kemampuan menahan diri, menjaga kehormatan, dan mengendalikan hawa nafsu) bagi para santri, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan pengendalian perilaku konsumtif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengasuh, pengurus pesantren, serta santri di Pondok Pesantren Assalafie Babakan Ciwaringin Cirebon. Tahapan analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program cashless diimplementasikan melalui penggunaan kartu digital elektronik untuk seluruh transaksi di unit usaha pesantren, seperti koperasi, kantin, dan toko kitab. Program ini tidak hanya efektif meminimalkan risiko kehilangan uang dan menyederhanakan administrasi keuangan pesantren, tetapi juga secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter iffah santri. Melalui sistem pembatasan harian (limit saldo), santri secara alamiah terlatih untuk mengendalikan nafsu konsumtif, membiasakan pola hidup hemat, serta menumbuhkan sikap amanah, jujur, dan disiplin dalam membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, program cashless di pesantren terbukti efektif tidak sekadar sebagai alat transaksi modern, melainkan juga sebagai media edukasi karakter islami yang relevan di era digital tanpa menanggalkan nilai-nilai akhlak pesantren.
Copyrights © 2026