Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pengaruh latihan lari yang dilaksanakan pada pagi hari dan malam hari terhadap penurunan kadar gula darah sewaktu. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian berjumlah 30 orang subjek penderita hiperglikemia ringan yang dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok I melakukan latihan lari pada pagi hari (pukul 06.00–07.00 WIB) sebelum makan (fasted state), sedangkan Kelompok II melakukan latihan serupa pada malam hari (pukul 19.00–20.00 WIB) dua jam setelah makan. Intervensi dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu berdurasi 40 menit per sesi. Instrumen pengumpulan data menggunakan alat glukometer digital terkalibrasi melalui pengambilan sampel darah kapiler. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan (paired t-test) dan uji-t independen (independent t-test) pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa kedua kelompok mengalami penurunan kadar gula darah yang signifikan (p < 0,05). Meskipun demikian, kelompok latihan lari pagi hari memperlihatkan efisiensi reduksi gula darah harian yang lebih stabil akibat optimalisasi sensitivitas insulin. Simpulan dari penelitian ini adalah waktu pelaksanaan latihan lari pagi hari memberikan dampak protektif yang lebih konstan terhadap kestabilan gula darah.Kata kunci: Latihan lari, pagi hari, malam hari, gula darah.
Copyrights © 2026