Lirik lagu dapat dianalisis melalui dinamika wacana, namun hubungan antara pengalaman emosional dan agensi dalam album lirik R&B kontemporer masih belum banyak dibahas dalam penelitian Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics/SFL). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem transitivitas sebagaimana dikemukakan oleh Halliday (1994) dalam menganalisis emosi dan agensi yang direpresentasikan oleh SZA dalam enam lagu dari album SOS, yaitu Kill Bill, Snooze, Good Days, Nobody Gets Me, I Hate U, dan Shirt. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata bahasa fungsional yang dikemukakan oleh Halliday (1994) serta Gerot dan Wignell (1994). Korpus penelitian berupa lirik lagu yang diambil dari Genius dengan total 164 klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mental mendominasi data dengan persentase 31,7%, diikuti oleh proses material (29,9%), relasional (22,0%), verbal (7,9%), perilaku (4,9%), dan eksistensial (3,7%). Tingginya frekuensi proses mental dan material menjadikan album SOS berbeda dari korpus lirik lagu lainnya serta mencerminkan adanya konflik antara pengalaman emosional dan agensi yang diperdebatkan. Selain itu, konstruksi identitas yang diwujudkan melalui penggunaan proses relasional menunjukkan bahwa penutur memiliki karakter yang berorientasi pada hubungan interpersonal.
Copyrights © 2026