Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EMOTIONAL CONFLICT OF RILEY IN INSIDE OUT (2015): A LITERARY PSYCHOLOGY STUDY Giovanni Goh; Miduk Punguan Simangunsong; Aditiya Mulya Syarif; Stephani Anastasia; Chesya Purba
ELITERATE : Journal of English Linguistics and Literature Studies Vol 5, No 1 (2025): ELITERATE : Journal of English Linguistics and Literature Studies
Publisher : Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/eliterate.v5i1.78411

Abstract

Emotions play a crucial role in human life as they influence the way individuals think, feel, and develop. However, studies that examine emotional conflict in animated films through a literary psychology perspective remain limited. This study analyzes the emotional conflict experienced by Riley, the protagonist of Inside Out (2015), focusing on the interactions among her core emotions: Joy, Sadness, Fear, Anger, and Disgust. Using a qualitative descriptive method, the analysis explores how the film represents Riley’s emotional struggles as she undergoes significant life changes, particularly her relocation to a new city and adaptation to an unfamiliar environment. The findings reveal that Riley’s emotional conflict reflects common psychological challenges faced by children in understanding and balancing their emotions. The film emphasizes the importance of both positive and negative emotions in personal growth, adaptation, and self-understanding. In conclusion, Inside Out not only offers an engaging narrative but also provides meaningful insight into emotional development and identity formation through the lens of literary psychology. 
Morphological Stylistics And Literary Devices In Uptown Funk's Mark Ronson Song Lyric Kevindo Silalahi; Ariel Abenaya Simarmata; Aditiya Mulya Syarif; Rahmadsyah Rangkuti
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2645

Abstract

PPenelitian ini berfokus pada karakteristik stilistika morfologis serta teknik-teknik sastra yang digunakan dalam lirik lagu “Uptown Funk” karya Mark Ronson dan Bruno Mars. Lirik lagu merupakan bentuk ekspresi linguistik yang khas karena memadukan unsur struktural dan estetis secara bersamaan. Meskipun penelitian sebelumnya telah mengkaji ciri-ciri stilistika dalam genre musik populer, masih terdapat keterbatasan penelitian yang secara sistematis membahas keterkaitan antara proses morfologis dan perangkat sastra dalam komposisi musik kontemporer. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik stilistika morfologis yang muncul dalam lirik lagu serta menganalisis bagaimana karakteristik tersebut bekerja bersama perangkat sastra dalam menghasilkan efek stilistika tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan lirik lagu sebagai korpus utama analisis. Pendekatan yang digunakan adalah analisis stilistika, yang menelaah proses pembentukan kata, termasuk singkatan, pelesapan bunyi atau huruf (elision), bentuk-bentuk tidak konvensional, dan kreasi kata inovatif, serta perangkat retoris seperti repetisi, ungkapan imperatif, aliterasi, dan hiperbola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu tersebut memperlihatkan penggunaan karakteristik morfologis yang cukup dominan, khususnya singkatan dan elision, yang menciptakan nuansa informal, ritmis, dan ekspresif. Penggunaan perangkat sastra juga memperkuat kualitas musikal teks, menegaskan tema-tema utama, serta meningkatkan keterlibatan pendengar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik morfologis dan perangkat sastra saling berkaitan secara erat dan bersama-sama membentuk kekhasan stilistika lagu tersebut.
Emotional Experience in Contemporary R&B Lyrics: A Transitivity Analysis Of Sza’s Sos Album Muhammad Hamzah; Aqshal Alifa Mahmud; Kevindo Silalahi; Cut Fitrah Ashyfa; Aditiya Mulya Syarif; Nurlela Majrul
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2695

Abstract

Lirik lagu dapat dianalisis melalui dinamika wacana, namun hubungan antara pengalaman emosional dan agensi dalam album lirik R&B kontemporer masih belum banyak dibahas dalam penelitian Linguistik Fungsional Sistemik (Systemic Functional Linguistics/SFL). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem transitivitas sebagaimana dikemukakan oleh Halliday (1994) dalam menganalisis emosi dan agensi yang direpresentasikan oleh SZA dalam enam lagu dari album SOS, yaitu Kill Bill, Snooze, Good Days, Nobody Gets Me, I Hate U, dan Shirt. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang didasarkan pada prinsip-prinsip tata bahasa fungsional yang dikemukakan oleh Halliday (1994) serta Gerot dan Wignell (1994). Korpus penelitian berupa lirik lagu yang diambil dari Genius dengan total 164 klausa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mental mendominasi data dengan persentase 31,7%, diikuti oleh proses material (29,9%), relasional (22,0%), verbal (7,9%), perilaku (4,9%), dan eksistensial (3,7%). Tingginya frekuensi proses mental dan material menjadikan album SOS berbeda dari korpus lirik lagu lainnya serta mencerminkan adanya konflik antara pengalaman emosional dan agensi yang diperdebatkan. Selain itu, konstruksi identitas yang diwujudkan melalui penggunaan proses relasional menunjukkan bahwa penutur memiliki karakter yang berorientasi pada hubungan interpersonal.