Masalah Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara merupakan tantangan yang besar dan terus berubah-ubah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) di Provinsi Sumatera Utara, baik secara Parsial maupun Simultan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda berbasis estimasi Ordinary Least Squares (OLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder time series periode 2007-2024 (18 observasi) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) dengan nilai t-statistik -2,323584 dan signifikansi 0,0346, membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat, terhadap Jumlah Penduduk Miskin akan berkurang. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) nilai t-statistik 5,163799 dan signifikansi 0,0001. Artinya, jika pengangguran meningkat, maka jumlah penduduk miskin juga akan langsung bertambah, karena tidak adanya penghasilan. Secara Simultan, IPM dan TPT terbukti berpengaruh signifikan terhadap JPM dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000036 serta nilai Adjusted R-squared sebesar 74,46%, sedangkan sisanya 28,94% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Sumatera Utara perlu fokus dalam meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja sehingga kemiskinan dapat teratasi.
Copyrights © 2026