Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Pengangguran terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Utara: Penelitian Jemelly Prisya Simanjuntak; Adel Syesaria Agustin Daole; Siti Khofifah Hanif; Laurent Damai Yanti Silaban; Muammar El Zaidan; Yendita Pakpahan; Muhammad Yusuf Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7211

Abstract

Masalah Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara merupakan tantangan yang besar dan terus berubah-ubah. Hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan ketersediaan lapangan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) di Provinsi Sumatera Utara, baik secara Parsial maupun Simultan. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda berbasis estimasi Ordinary Least Squares (OLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder time series periode 2007-2024 (18 observasi) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) dengan nilai t-statistik -2,323584 dan signifikansi 0,0346, membuktikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat, terhadap Jumlah Penduduk Miskin akan berkurang. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Penduduk Miskin (JPM) nilai t-statistik 5,163799 dan signifikansi 0,0001. Artinya, jika pengangguran meningkat, maka jumlah penduduk miskin juga akan langsung bertambah, karena tidak adanya penghasilan. Secara Simultan, IPM dan TPT terbukti berpengaruh signifikan terhadap JPM dengan nilai probabilitas F-statistik sebesar 0,000036 serta nilai Adjusted R-squared sebesar 74,46%, sedangkan sisanya 28,94% dipengaruhi oleh faktor lain. Kesimpulan penelitian ini adalah Pemerintah Daerah Sumatera Utara perlu fokus dalam meningkatkan kualitas keterampilan masyarakat sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja sehingga kemiskinan dapat teratasi.
Analisis Hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Sumut: Studi Literatur Laurent Damai Yanti Silaban; Khairunnisa br Marpaung; Raymon Pernando Pasaribu; Yolanda Tampubolon; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pembangunan suatu daerah karena mencerminkan peningkatan kapasitas produksi, pendapatan masyarakat, kesempatan kerja, dan kesejahteraan sosial. Dalam konteks pembangunan daerah, kondisi pasar tenaga kerja menjadi faktor yang berperan penting dalam mendorong maupun menghambat pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional, artikel ilmiah, buku referensi, serta hasil penelitian terdahulu yang membahas hubungan antara TPAK, TPT, dan pertumbuhan ekonomi. Data dan referensi penelitian diperoleh melalui Google Scholar serta berbagai portal jurnal nasional yang kredibel. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi, membandingkan, dan mensintesis temuan-temuan penelitian sebelumnya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan antarvariabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja memiliki hubungan positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan pasar kerja, semakin besar pula kontribusi tenaga kerja terhadap peningkatan produktivitas dan output daerah. Sebaliknya, Tingkat Pengangguran Terbuka memiliki hubungan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi karena tingginya tingkat pengangguran mencerminkan belum optimalnya pemanfaatan sumber daya manusia yang tersedia. Kondisi tersebut dapat mengurangi produktivitas serta menekan laju pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, dan penciptaan lapangan kerja yang berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara.