Pengemudi wisata di Nusa Penida memiliki peran penting dalam pelayanan pariwisata karena berinteraksi langsung dengan wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai tantangan, terutama keterbatasan kemampuan bahasa Inggris dasar seperti minimnya kosakata, kesulitan menyusun kalimat sederhana, rendahnya kepercayaan diri dalam berbicara, serta ketergantungan pada aplikasi penerjemah. Kondisi tersebut sering menyebabkan terjadinya miskomunikasi dalam penyampaian informasi rute, destinasi wisata, estimasi waktu perjalanan, dan instruksi keselamatan, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas pelayanan wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan penguasaan bahasa Inggris dasar pengemudi wisata melalui pendekatan edukasi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Desember 2025 di Nusa Penida, Klungkung, Bali, dengan melibatkan 27 pengemudi wisata sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif, latihan praktik, diskusi partisipatif, sesi tanya jawab, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan komunikasi efektif sebesar 86% dan penguasaan bahasa Inggris dasar sebesar 83,6%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik interaktif efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi dan kemampuan bahasa Inggris dasar pengemudi wisata. Kegiatan ini juga mendorong peserta untuk menerapkan komunikasi yang lebih ramah, jelas, dan profesional dalam pelayanan wisata.
Copyrights © 2026