Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna dan efektivitas tradisi Bapukung terhadap kualitas tidur Anak, khususnya ditinjau dari aktivitas Rapid Eye Movement (REM). Bapukung merupakan praktik tradisional masyarakat Banjar dalam menidurkan bayi dengan cara membedong dan mengayun menggunakan kain khusus. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap lima informan ibu yang rutin melakukan Bapukung. Data dianalisis menggunakan pendekatan tematik berbasis teori tidur fisiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bapukung tidak hanya dimaknai sebagai bentuk kasih sayang dan warisan budaya, tetapi juga berperan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi bayi, sehingga mempermudah transisi menuju fase tidur REM. Aktivitas REM pada bayi yang dipukung rata-rata berlangsung lebih stabil dengan durasi antara 16 hingga 59 menit per hari, menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur dan kedalaman istirahat. Kesimpulannya, praktik Bapukung memiliki nilai fisiologis dan psikososial yang mendukung kualitas tidur anak, sekaligus mencerminkan kearifan lokal yang relevan dengan konsep neurofisiologi modern tentang tidur anak.
Copyrights © 2026