Manajemen pendidikan Islam di era digital menuntut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis data. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi, efektivitas, dan kendala penggunaan aplikasi Education Management Information System (EMIS) di RA Iftitah Al-Ikhlas. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan EMIS telah bertransformasi menjadi basis data strategis yang mengintegrasikan data lembaga, peserta didik, dan GTK sejak 2015. Efektivitas sistem tercermin dari percepatan administrasi dan kemudahan akses berbasis NISN. Namun, efektivitas ini belum optimal (skala 7/10) akibat bottleneck server pusat, kesenjangan kompetensi digital operator, dan minimnya pelatihan formal. Fenomena operator yang harus bekerja pada dini hari mengonfirmasi ketimpangan kapasitas infrastruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi EMIS pada jenjang PAUD tidak hanya memerlukan peningkatan infrastruktur server, tetapi juga redefinisi kebijakan pelatihan berkelanjutan, serta desentralisasi helpdesk teknis guna mewujudkan tata kelola pendidikan Islam yang adaptif dan bermutu.
Copyrights © 2026