Penelitian ini mengkaji pengaruh variasi intensitas radiasi matahari dan sudut kemiringan kolektor terhadap kinerja termal sistem kolektor surya. Pengamatan dilakukan pada rentang waktu 09.00-15.00 dengan variasi sudut kemiringan beta = 10 derajat, 15 derajat, dan 20 derajat. Hasil menunjukkan bahwa intensitas radiasi matahari berfluktuasi signifikan pada kisaran 600-1100 W/m2, dengan nilai maksimum umumnya terjadi mendekati tengah hari akibat meningkatnya sudut elevasi matahari dan berkurangnya lintasan radiasi di atmosfer. Penurunan intensitas secara tiba-tiba pada beberapa interval waktu mengindikasikan pengaruh kondisi atmosfer dinamis, seperti awan sesaat, yang memengaruhi kestabilan energi panas yang diterima kolektor. Analisis efisiensi menunjukkan bahwa efisiensi absorptif (eta_a) dan efisiensi termal (eta_t) berada pada rentang 20-65 persen dan berfluktuasi mengikuti perubahan intensitas radiasi matahari. Sudut kemiringan beta = 10 derajat secara konsisten menghasilkan efisiensi tertinggi, sedangkan peningkatan sudut kemiringan cenderung menurunkan efisiensi rata-rata. Selisih yang relatif kecil antara eta_a dan eta_t menunjukkan bahwa kerugian termal sistem masih terkendali. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis simultan efisiensi absorptif dan termal pada berbagai sudut kemiringan dalam kondisi radiasi matahari nyata, yang menunjukkan bahwa sudut kemiringan kecil lebih efektif untuk optimasi kinerja kolektor surya di wilayah tropis.
Copyrights © 2026