This study aims to dissect the sociological and psychological dimensions of the Ande-Ande Lumut folktale through a compilation of William R. Bascom's functionalism theory and Alan Dundes's psychoanalytic expression theory. The method used in this study is descriptive qualitative with a library study approach. Data collection techniques were carried out through documentation of Ande-Ande Lumut narrative texts from various written sources. Data analysis techniques used content analysis methods that integrate narrative units into Bascom's four folklore functions and symbolic identification based on Dundes's mental image theory. The results of the study indicate that the Ande-Ande Lumut narrative operates as an effective instrument of social control in upholding norms of loyalty and traditional morality in Javanese society. Psychoanalytically, the characters of Klenting Kuning and Yuyu Kangkang are found to be forms of collective identity projection that express the tension between inner desires and social boundaries (ego and superego). This study concludes that Ande-Ande Lumut is not merely entertainment, but a cultural mechanism that maintains social stability while also serving as a channel for sublimation for the psychological aspirations of its community. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membedah dimensi sosiologis dan psikologis cerita rakyat Ande-Ande Lumut melalui kompilasi teori fungsionalisme William R. Bascom dan teori ekspresi psikoanalitik Alan Dundes. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi teks narasi Ande-Ande Lumut dari berbagai sumber tertulis. Teknik analisis data menggunakan metode analisis isi yang mengintegrasikan unit-unit naratif ke dalam empat fungsi folklor Bascom dan identifikasi simbolis berdasarkan teori citra mental Dundes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi Ande-Ande Lumut beroperasi sebagai instrumen kontrol sosial yang efektif dalam menegakkan norma kesetiaan dan moralitas tradisional di masyarakat Jawa. Secara psikoanalitik, tokoh Klenting Kuning dan Yuyu Kangkang ditemukan sebagai bentuk proyeksi identitas kolektif yang mengekspresikan ketegangan antara hasrat batiniah dengan batasan sosial (ego dan superego). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ande-Ande Lumut bukan sekadar hiburan, melainkan sebuah mekanisme budaya yang menjaga stabilitas sosial sekaligus menjadi saluran sublimasi bagi aspirasi psikologis masyarakat pemiliknya.
Copyrights © 2026