Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui advokasi kesehatan yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi advokasi kesehatan dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui metode literature review. Artikel yang dianalisis diperoleh dari Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi advokasi kepada pemerintah dilakukan melalui penguatan komitmen politik, koordinasi lintas sektor, pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan, serta penguatan dukungan sumber daya kesehatan. Sementara itu, advokasi kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, kampanye sosial, konseling gizi, pendampingan keluarga, pemanfaatan media komunikasi, dan pendekatan berbasis budaya lokal. Faktor pendukung keberhasilan advokasi meliputi komitmen pemerintah, keterlibatan kader kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, advokasi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.
Copyrights © 2026