Era Society 5.0 menuntut pengembangan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang humanis dan adaptif terhadap teknologi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual PAI berbasis tradisi, kurikulum cinta, dan digitalisasi melalui studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui reduksi, triangulasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berfungsi sebagai fondasi nilai, kurikulum cinta sebagai pendekatan humanistik, dan digitalisasi sebagai instrumen pembelajaran. Integrasi ketiganya menghasilkan model PAI yang mendukung pengembangan kompetensi kognitif, afektif, spiritual, dan literasi digital peserta didik. Model ini masih bersifat konseptual dan memerlukan pengujian empiris lebih lanjut.
Copyrights © 2026