Perundungan masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di lingkungan sekolah dasar dan berdampak terhadap perkembangan sosial, psikologis, serta akademik siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai perilaku bullying dan belum optimalnya program pencegahan di sekolah menyebabkan perilaku kekerasan antar siswa masih sering terjadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terkait pencegahan bullying melalui pendekatan edukasi partisipatif di SDN 18 Rasau Jaya Dua Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan melibatkan 56 siswa kelas IV–VI dan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, video edukasi, guide role play, gerakan stop bullying, serta evaluasi tindak lanjut. Pelaksanaan program dilakukan dalam dua tahap yaitu edukasi anti-perundungan dan monitoring lanjutan. Evaluasi dilakukan secara kualitatif melalui triangulasi tiga sumber data, yaitu observasi partisipatif, wawancara singkat dengan guru, dan wawancara singkat dengan siswa yang mengalami perundungan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu mengenali bentuk bullying, memahami dampak bullying, serta menunjukkan respon yang tepat saat simulasi role play. Evaluasi tindak lanjut juga menunjukkan adanya perubahan perilaku positif berupa meningkatnya keberanian siswa melaporkan tindakan bullying dan membaiknya interaksi sosial antar siswa. Pendekatan edukasi partisipatif dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran anti-perundungan dan mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman serta ramah anak.
Copyrights © 2026