Jurnal Media Analis Kesehatan
Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN

Evaluasi Performa Sistem Kuantifikasi Otomatis Imunohistokimia Berbasis Kecerdasan Buatan Untuk Analisis Ekspresi Tumor Marker

Cut Indriputri (Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar)
Maulia Hardian Hayati (Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar)
Rafika Rafika (Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar)
Yaumil Fachni Tandjungbulu (Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar)
Reza Maulana (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Evaluasi kinerja sistem kuantifikasi otomatis imunohistokimia (IHC) semakin penting untuk menjamin akurasi dan konsistensi dalam analisis ekspresi penanda tumor. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem kuantifikasi IHC otomatis berbasis kecerdasan buatan dalam konteks klinis dan penelitian. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2015–2025. Sebanyak 26 studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Hasil menunjukkan bahwa sistem kuantifikasi IHC berbasis kecerdasan buatan memiliki performa diagnostik tinggi dengan akurasi 90–98%, AUC hingga 0,96, serta korelasi dengan ahli patologi yang melebihi 0,95 pada berbagai biomarker utama seperti HER2, Ki-67, ER, PR, P53, dan PD-L1. Model deep learning seperti convolutional neural networks (CNN), termasuk ResNet dan DenseNet, menunjukkan kemampuan unggul dalam deteksi area tumor dan kuantifikasi ekspresi biomarker secara otomatis. AI juga terbukti meningkatkan reproduksibilitas hasil dengan mengurangi variasi antar-pengamat serta meningkatkan kesesuaian dengan metode referensi, sekaligus menstandarkan interpretasi pada kasus borderline. Perkembangan metode menunjukkan pergeseran dari digital image analysis berbasis aturan menuju deep learning yang lebih adaptif, sehingga meningkatkan akurasi dan generalisasi. Namun, kinerja sistem masih dipengaruhi oleh variasi pra-analitik, termasuk kualitas pewarnaan, heterogenitas data, ukuran dataset, serta kebutuhan supervisi ahli patologi. Secara keseluruhan, meskipun menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan objektivitas dan efisiensi diagnostik, implementasi klinis AI dalam kuantifikasi IHC masih memerlukan standardisasi, validasi multisenter, dan evaluasi prospektif lebih lanjut.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

medankes

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Media Analis Kesehatan merupakan Jurnal ilmiah yang memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan bidang ilmu analis kesehatan atau teknologi laboratorium medik. Jurnal ilmiah yang membahas tentang kompetensi analis kesehatan yang meliputi kompetensi Mikrobiologi, Hematologi, Parasitologi, ...