Maulia Hardian Hayati
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Performa Sistem Kuantifikasi Otomatis Imunohistokimia Berbasis Kecerdasan Buatan Untuk Analisis Ekspresi Tumor Marker Cut Indriputri; Maulia Hardian Hayati; Rafika Rafika; Yaumil Fachni Tandjungbulu; Reza Maulana
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v17i1.2250

Abstract

Evaluasi kinerja sistem kuantifikasi otomatis imunohistokimia (IHC) semakin penting untuk menjamin akurasi dan konsistensi dalam analisis ekspresi penanda tumor. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem kuantifikasi IHC otomatis berbasis kecerdasan buatan dalam konteks klinis dan penelitian. Penelusuran literatur dilakukan pada basis data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2015–2025. Sebanyak 26 studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Hasil menunjukkan bahwa sistem kuantifikasi IHC berbasis kecerdasan buatan memiliki performa diagnostik tinggi dengan akurasi 90–98%, AUC hingga 0,96, serta korelasi dengan ahli patologi yang melebihi 0,95 pada berbagai biomarker utama seperti HER2, Ki-67, ER, PR, P53, dan PD-L1. Model deep learning seperti convolutional neural networks (CNN), termasuk ResNet dan DenseNet, menunjukkan kemampuan unggul dalam deteksi area tumor dan kuantifikasi ekspresi biomarker secara otomatis. AI juga terbukti meningkatkan reproduksibilitas hasil dengan mengurangi variasi antar-pengamat serta meningkatkan kesesuaian dengan metode referensi, sekaligus menstandarkan interpretasi pada kasus borderline. Perkembangan metode menunjukkan pergeseran dari digital image analysis berbasis aturan menuju deep learning yang lebih adaptif, sehingga meningkatkan akurasi dan generalisasi. Namun, kinerja sistem masih dipengaruhi oleh variasi pra-analitik, termasuk kualitas pewarnaan, heterogenitas data, ukuran dataset, serta kebutuhan supervisi ahli patologi. Secara keseluruhan, meskipun menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan objektivitas dan efisiensi diagnostik, implementasi klinis AI dalam kuantifikasi IHC masih memerlukan standardisasi, validasi multisenter, dan evaluasi prospektif lebih lanjut.
Potensi Biji Pepaya (Carica papaya L.) dengan Variasi Konsentrasi Sebagai Media Alternatif Untuk Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Zulfikar Ali Hasan; Diva Fadilah Zhaliardy; Rahman; Ridho Pratama; Maulia Hardian Hayati; Yaumil Fachni Tandjungbulu; Artati
Jurnal Media Analis Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): JURNAL MEDIA ANALIS KESEHATAN
Publisher : Potekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmak.v17i1.2259

Abstract

Media merupakan suatu bahan yang terdiri atas campuran zat makanan (nutrient) yang berfungsi sebagai tempat tumbuh mikroba. Melihat kandungan gizi biji pepaya (Carica papaya L) memungkinkan biji tersebut dapat dijadikan sebagai media alternatif untuk menumbuhkan jamur Aspergillus flavus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi biji pepaya sebagai media alternatif untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Jenis penelitian ini yaitu true eksperimen dengan menggunakan desain posttest only with control group design. Teknik pengambilan sampel berupa simple random sampling. Konsentrasi biji pepaya yang digunakan yaitu 15%, 30%, 45%, dan 60% dengan menggunakan metode inokulasi single dot. Hasil penelitian didapatkan bahwa media alternatif berbahan dasar biji pepaya dengan konsentrasi 15%, 30%, 45%, dan 60% mampu menunjang pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dengan konsentrasi media alternatif yang paling optimal untuk pertumbuhan jamur yaitu pada konsentrasi 60%. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan membuat media alternatif menggunakan sumber karbohidrat lain dan spesies jamur uji berbeda.