Permasalahan sampah plastik di wilayah pesisir Indonesia semakin memprihatinkan, termasuk di Rukun Tetangga 40 (RT 40) Kelurahan Damai Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur. Lokasi yang berbatasan langsung dengan laut dan menerima aliran limpasan dari kawasan bisnis Balikpapan Super Block (BSB) menyebabkan penumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan. Minimnya sarana pengelolaan sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat memperburuk kondisi tersebut. Program ini bertujuan memberikan solusi melalui pendekatan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi perancangan dan pembuatan mesin pencacah plastik sederhana serta pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi produk eco-batako. Proses produksi eco-batako dilakukan dengan mencampurkan cacahan plastik, pasir, dan semen dengan perbandingan 0,1:2:1, kemudian dicetak dan dikeringkan hingga mengeras. Program ini melibatkan masyarakat Rukun Tetangga 40 (RT 40) secara aktif, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kemampuan menghasilkan produk bernilai ekonomis berbasis limbah. Program ini menjadi model pemberdayaan lingkungan yang berkelanjutan dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pembentukan kelompok usaha bersama serta pendampingan pemasaran produk, sehingga dapat diterapkan di wilayah pesisir lain yang memiliki permasalahan serupa.
Copyrights © 2026