Romadhan, Catur Putra
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat RT 40 Kelurahan Damai Bahagia Berbasis Mesin Pencacah Sampah Plastik Produksi Eco-Batako Rachmadani, Anggun Safa; AM, Chaerul Qalbi; Putra, Azhar Syafiq; Sari, Martina Puspita; Romadhan, Catur Putra
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 17, No 2 (2026): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v17i2.26785

Abstract

Permasalahan  sampah plastik  di wilayah  pesisir  Indonesia semakin  memprihatinkan, termasuk di Rukun Tetangga 40 (RT 40) Kelurahan  Damai  Bahagia,  Kecamatan  Balikpapan  Selatan,  Kalimantan  Timur.  Lokasi  yang berbatasan langsung dengan laut dan menerima aliran limpasan dari kawasan bisnis Balikpapan Super Block (BSB) menyebabkan penumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan. Minimnya sarana pengelolaan  sampah dan rendahnya kesadaran masyarakat memperburuk kondisi tersebut. Program ini  bertujuan  memberikan  solusi  melalui  pendekatan  teknologi  tepat  guna  dan  pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang dilakukan meliputi perancangan dan pembuatan mesin pencacah plastik sederhana serta pelatihan pemanfaatan limbah plastik menjadi produk eco-batako. Proses produksi eco-batako dilakukan dengan mencampurkan cacahan plastik, pasir, dan semen dengan perbandingan 0,1:2:1, kemudian dicetak dan dikeringkan hingga mengeras. Program ini melibatkan masyarakat Rukun Tetangga 40 (RT 40) secara aktif, khususnya kelompok ibu rumah tangga dan pemuda. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kemampuan menghasilkan produk bernilai ekonomis berbasis limbah. Program ini menjadi model pemberdayaan lingkungan yang berkelanjutan dan direkomendasikan untuk dilanjutkan melalui pembentukan kelompok usaha bersama serta pendampingan pemasaran produk, sehingga dapat diterapkan di wilayah pesisir lain yang memiliki permasalahan serupa.